Pekan ini Pakistan menggelar pemilihan presiden menyusul mundurnya Presiden Pervez Musharraf
pertengahan bulan lalu. Lagi-lagi sejarah politik negeri sahabat itu tercoreng. Rabu 3 September 2008 lalu, rombongan mobil Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani dihujani tembakan oleh sekelompok orang.
Beruntung, ia luput dari percobaan pembunuhan karena sang PM ternyata tak berada di mobil mercedes hitam yang ditembaki. Tak heran, memang, sejarah politik Pakistan diwarnai kekerasan dan lumuran darah. Desember 2007 lalu, mantan PM Benazir Bhutto juga tewas oleh serangan bom bunuh diri. Cerita tentang Pakistan ini mengingatkan saya saat mengunjungi negara itu menjelang akhir tahun 2007.
Saat itu suhu politik Pakistan juga sedang panas karena mendekati pemilihan umum legislatif. Berita-berita serangan bom terngiang di telinga sebelum saya menginjakkan kaki di negara ini. Termasuk di Lahore, kota yang saya kunjungi. Tapi meski sedang rawan, saya sempat mengelilingi kota budaya yang ternyata sangat unik ini. Berikut, cerita tentang kota itu :
Satu Ahad di Badshahi
Selamat datang ke Lahore, kota di perbatasan dua negeri. Inilah Jantung Pakistan–begitulah julukannya–yang berdebur di antara India dan Pakistan. Jauh di masa lampau, ibu negeri Provinsi Punjabi itu adalah bagian dari satu imperium Hindu yang masyhur. Islam mulai masuk ke kota itu ketika Qutub-ud-din Aibak menjadi Raja Lahore pada 1206, sekaligus menjadi sultan muslim pertama di anak benua Asia itu.
Warna Islam terbentang dengan jaya di seluruh kota. Kubah-kubah masjid menyembul dengan perkasa. Pemandangan itu terpapar di hadapan saya ketika menginjak Lahore menjelang akhir tahun 2007 lalu. Syed Aftab Mehdi, warga Islamabad yang menemani saya berkeliling Lahore, langsung memberi nasihat gratis: “Masjid Badshahi wajib ditengok selama Anda di sini.”
Maka, pada Ahad siang itu, kami langsung menuju ke Badshahi sebelum melihat-lihat bagian kota lain. Taman rimbun menghiasi halaman depan. Ratusan pria berkerumun di gerbang utama. Sebagian tengah bercengkerama, yang lain antre menitipkan alas kaki sebelum salat dzuhur.
Saya dan Syed Aftab duduk-duduk di taman, menikmati lengkung-lengkung
bangunan yang indah. Kami menyaksikan kaum pria lalu-lalang berbalut sirwal-qamis, celana panjang gombrong dan baju selutut. Saya terkenang pada sejarah lama yang pernah ditulis tentang kota tua ini. Tentang legenda Lahore yang didirikan 4.000 tahun silam oleh Loh, putra Rama, lakon utama dalam epik Hindu, Ramayana. Tapi, para arkeolog menemukan bahwa kota ini sesungguhnya baru berumur 2.000 tahun.
Mereka juga menemukan reruntuhan candi agung dekat pelabuhan yang dipersembahkan untuk kekasih Shinta itu. Menjadi ibu kota tradisional Punjab selama ribuan tahun, kota ini menjadi pusat kebudayaan India Utara, dari Peshawar hingga New Delhi. Fairuz Subakir, seorang mahasiswa program doktor asal Indonesia yang sudah enam tahun tinggal di Lahore ini, kemudian menuturkan, jejak-jejak Hindu harus dilihat dalam kehidupan sosial setempat. Umpamanya, penggolongan kelas atau kasta yang masih ketat berlaku pada sejumlah kalangan.
Dalam hal pernikahan juga masih kerap terjadi pihak wanitalah yang melamar. Pria idaman harus “dibeli” dengan mahar yang amat mahal. “Untuk orang yang tidak kaya saja maharnya bisa sampai 13 lak atau 1,3 juta rupee Pakistan,” Fairuz menceritakan pernikahan tetangganya. Bila dirupiahkan senilai hampir Rp 190 juta. Bukan jumlah yang sedikit bagi masyarakat kebanyakan di negara dengan pendapatan per kapita US$ 700 (sekitar Rp 6,3 juta) itu. Urusan perkastaan ini, kata Fairuz, juga muncul dengan kuat dalam hubungan sosial. Si kaya yang menggelar pesta tak akan mengundang tetangganya yang hidup dalam kekurangan.
Pandangan saya kembali tertuju ke masjid yang didominasi warna merah bata itu. Selain megah, masjid di lahan seluas sembilan hektare ini amat indah, bertabur ukiran dan ornamen cantik di setiap sisi tembok. Tiga kubah besar berwarna putih tampak agung. Delapan menara setinggi 60 meter terlihat gagah di berbagai sudut kota.
Inggris, yang menjajah Lahore pada 1849, patut mendapatkan ucapan terima kasih untuk berbagai
peninggalan tua nan penuh sejarah. Di antaranya bungalow dan kebun-kebun peninggalan Dinasti Mughal di abad ke-16, salah satu puncak paling cemerlang dalam sejarah Lahore. Di permukiman warga Inggris di Lahore di masa lalu, bungalow bercat putih dengan kebun yang luas menjadi wilayah tercantik di Pakistan.
Di depan kompleks masjid terdapat taman yang asri. Di tengahnya ada makam penyair Islam terkemuka Allamah Muhammad Iqbal, yang setiap hari diziarahi. Iqbal inilah yang mencetuskan ide pembentukan Pakistan sebagai sebuah negara Islam, terpisah dari India. Sebagai penghargaan, makamnya diukir dengan gaya arsitektur afgan dan moorish yang dibangun dengan batu merah khusus dari Rajasthan.
Kompleks Masjid Badshahi atau Masjid Raja menjadi salah satu obyek wisata budaya favorit bagi warga setempat maupun para turis. Masjid itu dibangun pada 1673 di masa pemerintahan Aurangzeb Alamgiri, raja keenam kekaisaran Moghul. Badshahi kini jadi masjid terbesar kedua di Pakistan setelah Masjid Faisal di Islamabad, ibu kota negara. Kemegahan arsitekturnya mirip Masjid Jama di New Delhi, India, yang dibangun pada 1648 oleh ayah Aurangzeb, Shah Jahan.
Badshahi, seperti lazimnya masjid di Lahore, tidak punya tempat salat untuk wanita. Ini jelas agak berbeda dari kebiasaan atau kultur Islam. Menurut Fairuz, itu karena kehidupan masyarakat Pakistan yang agak ekstrem dalam menerapkan syariat, misalnya soal kewajiban wanita untuk selalu taat kepada laki-laki. Akibatnya, tumbuh norma-norma tak tertulis dalam kehidupan sosial, seperti larangan bagi wanita untuk melakukan berbagai kegiatan di luar rumah termasuk ke masjid. “Ini memang tidak murni Islam,” kata Fairuz.
Hal ini juga dipengaruhi karakteristik kaum pria yang hidup di negara empat musim seperti Pakistan
itu. “Ada watak cemburu yang berlebihan,” ujarnya. Belum lagi alasan lain seperti demi keamanan. “Suasana politik di sini memang kurang kondusif dan rawan konflik sektarian, di samping tingkat kriminalitas juga tinggi.”
Lahore punya banyak bangunan bersejarah. Selain Masjid Badshahi, juga ada benteng pertahanan Royal Fort atau Fort Lahore yang dibangun oleh kaisar ketiga Moghul, Akbar Khan, pada 1566. Benteng ini letaknya berhadapan dengan Masjid Badshahi. Pintu masuk benteng bernama Gerbang Alamgiri, sesuai dengan nama kaisar yang membangun Badshahi.
Kini, Lahore juga berkembang jadi salah satu kota besar dan pusat perdagangan Pakistan selain Karachi. Pasar tradisional yang terkenal adalah Anarkali. Saat mengunjungi pasar ini saya jadi teringat pada apa yang dikatakan Fairuz soal larangan terhadap wanita keluar rumah. Belanja pun dilakukan kaum pria.
Pasar ini penuh dengan deretan toko dan pedagang kaki lima sepanjang jalan. Mereka menjual
pakaian, suvenir khas Pakistan, dan berbagai kebutuhan lain. Mirip Pasar Baru atau Pasar Tanah Abang di Jakarta. Di sini orang harus pandai menawar. Said Hussein, seorang pedagang suvenir, bisa melepas barangnya setengah harga setelah ditawar. Begitu pun Ahmad, pedagang kain. Pashmina, kain khas Pakistan, dengan bordiran indah ditawarkan kepada saya seharga 400 rupee atau sekitar Rp 60 ribu. “Aaah, dari Indonesia? Anda saudara kami.” Dan, harga pun melorot ke 250 rupee.
Dimas Adityo, Lahore, Pakistan
***







salam kenal
Salam kenal juga, thanks..
saya mo jalan-jalan ke Pakistan tapi bnayak bom nih…
watak nya pria pakistan apakah cenderung keras juga? Dimas please bls nya ke email aku aja yah…thanx
sis silahkan buka sistus web saya deh
Wah… kayaknya seru ya perjalanannya ke Lahore Pakistan, aku jadi iri sama anda, aku juga punya teman di Lahore aku selalu diajak kesana tapi banyak hal yang aku kwatirkan mulai dari mahalnya biaya perjalanan dan biaya hidup disana di samping itu yg tdk kala pentingnya adalah mengingat Lahore atau pakistan pada umumnya adalah negara Islam sedangkan saya adalah Kristen Protestan, apakah ini tdk berpengaruh saat saya di sana nanti? kemudian faktor bahasa, aku sama sekali tdk tau bahasa Urdu sebagai bahasa resmi di Pakistan
seneng yah bisa ke pakistan…. tapi kok wanita tidak boleh keluar rumah siy? waduh… bisa2 klo nanti aku nikah sama orang pakistan kerjaan aku cuma “Dapur, Sumur, Kasur” ajah… ^_~
hallo dimas salam kenal, gw ratna 27thn dr bdg. gw tertarik bc artikel km coz dalam waktu dekat ini bakal nikah ma co asal peshawar pakistan, gw pengen tau lebih banyak mengenai kebiasaan dan keseharian para wanita di peshawar coz dari cerita calon suami gw nampaknya serem banget ya, ce itu ga boleh keluar rumah kecuali emergency ato serkunjung ke rmh orangtua, n para wanita disana tidak mengenal pendidikan formal,pakaian mereka juga serba tertutup dan bercadar, apakah seperti itu adanya????? dia memang mengajak saya sebelumnya ke rmh orangtuanya di peshawar, tp coz of takut bom lebuh baik mereka yg daten deh,…… dan apakah para pria pakistan itu galak2 ga sama istrinya???? ato ringan tangan???? gw takut KDRT hahahah…… so sangat ditunggu balasanya ya….. c u n thx so much b4
salam kenal mbak ratna silahkan buka blog saya disana complete detail story about pakistan saya leadher indonesian mix couple marriage for pakistan merantau di Pakistan
Hallo Mas Dimas! Insya Allah Saya akan menikah dengan Co asal Sahiwal Pakistan, saya orang bandung. Saya butuh info banyak mengenai informasi. Berapa ongkos perjalanan ke sana, dari mulai tiket pesawat, visa (berapa Visa/ tax perjalanan ke pakistan), dll. Apakah mengurusnya sulit, saya benar2 awam masalah itu.
Saya baru selesai mempersiapkan Paspor.
Bagaimana Kultur di sana, calon suami saya menjelaskan kalau di sana tidak sebebas di indonesia.
Apa Mas Dimas Pernah ke Sahiwal? Bagaimana keadaan di sana?
Terimakasih banyak untuk infonya
mbak silahkan buka2 blog saya kalau ada yg di butuhkan bisa langsung add yahoo saya
alamat email nya mna ya?, aku juga pengen tanya soal watak atau kriteria cowok pakistan.
MasyaAllah…
tempat jalan2 alias travelling yang menarik bangeeeeeeeeet!!!
pengen jalan2 ke sana suatu hari nanti..
MasyaAllah…
tempat jalan2 alias travelling yang menarik bangeeeeeeeeet!!!
kebetulan pacar aq orang pakistan yang tinggal di Lahore…
tapi,,yang aneh…kok perempuan ga boleh kluar siihh..trus klo mau jalan2 gak bisa kluar sembarang tempat dong…
@ Ratna,,,,,,,,boleh minta alamat e-mailnya gak? Pengen sharing aja coz aku juga lagi deket ma co- asal Peshawar. I’m waiting for you sist.
@mas dimas thanks ya……maaf numpang kenalan ma ratna
Seru sekali perjalanannya…. saya kebetulan lagi butuh informasi tentang liburan ke Lahore dan ini liburan pertama saya. Punya informasi tentang travel agent yang bisa bantuin saya ngga? saya sih butuhnya yang sesuai dengan harga backpackers.. and saya juga ngga ngerti ngurus administrasi dari Indonesia sampai ke Lahore.. thanks yaaa.. ditunggu jawabannya.. via email juga ga apa-apa
assalmualaikum dimas…
saya sangat membutuhkan infromasi tentang budaya dan kebiasaan orang pakistan. saya sedang dekat dengan seseorang asal pakistan…
dan dalam waktu dekat ini saya akan menikah dengan dia , insya Allah.
jujur saya takut karena perbedaan itu yang belum saya pelajari dan budaya disana.
Salam kenal Mas, aku lagi deket sama cowok asal pakistan, dia mau melamarku tapi aku takut, kita beda negara, tradisi, bahas, kebiasaan dan yang lebih penting lagi, kalau dia yang pindah ke Indonesia, apa keluarganya akan menerima, soalnya setahuku, laki2 disana tidak boleh pergi dari rumah selama orang tuanya masih ada. Mohon balasannya, terma kasih,,,ke emailku ya mas,,,
@ Mbak Dini Maya: Salam kenal M’ Dini, Mbak boleh minta alamat e-mailnya ga? saya juga ingin sharing mengenai administrasi keberangkatan dari indonesia ke lahore, karena saya ga ngerti. Tnx b4
@ Mas Dimas: Mas Dimas saya juga ingin tahu administrasi keberangkatan dari indonesia ke lahore/ info tentang travel agent? Tnx b4
Subhanallah!!. . . .
Senang sekali rasanya bisa tau ttg Lahore…
Kebetulan saya sedang dekat dg orang Lahore…
Hmmm,,,do’akan ya mudahan kami bisa bertemu…heheh…
Assalamu’alaykum wr wbr,
Salam kenal Mas Dimas, spt halx teman2 ce yg lain,sy jg termasuk yg bty2 gmn karakter pria dan budaya pakistan,krn skrg ini sy lg dkt ma pria pakistan,jd sangat mengharapkan pnjelasan Mas akan hal itu,mhn penjelasanx dkrm via email,mksh sblmx
Wassalam
hallo mas dimas….mas…saya mo nanya ttg biaya k lahore donk mas…mohon petunjukny y…hehe
aslm.wr.wb
mas berapa yah biaya pesawat ke lahore pakistan ???
soalnya bulan depan saya mau berkunjung ke sana…
untuk liburan
tks
mohon di balas…
hai sis salam kenal silahkan buka blog situs saya kalau perlu tanya2 soal pakistan add saya di ym yah
Salam….
App kei se hoo Dimas???
well, keren bagetttttttttttttttttttttt !!!!!!! rasanya tidak ada kata untuk mewakili kekagumanku selain MasyAllah keren………….
hmmm mungkin Dimas bisa kasih tips gratis ke saya ato info mengenai penerbangan murah ke Lahore…..heheheheh
Thanks before…. waiting ur replay
kereeen…
Mas Dimas punya cerita tentang Karachi gak??
Wahh… Trtariik bgt nih bgt tau ttg kebiasaan cowok pakistan.
krna skrng lg dkt ma cowok pakistan nih…
Wahaha lengkap ini ceritanya. Yang paling mencengangkan tentang pernikahan itu tadi haha buseet mahalnya. Lahore indah banget yaa ternyata, saya kira hanya Islamabad yang terkenal. Hmm gimana yaa sambutan masyarakat Lahore kepada masyarakat dari negara lain? Apa emang ada perbedaan si miskin dan si kaya? Umumnya pekerjaan masyarakat Lahore apa? Thanks infonya
Subahallah indahnya Lahore
halo mba sylvi butt,,,minta id yahoo nya yaaa…makasih mba
mas dimas makasih atas artikelnya
haloo mba sylvi, boleh minta id yahoo ??
thanks,
^__^
adat di lahore dan sialkot berbeda atau tidak mas? kebetulan sya punya kenalan co sialkot.
aq di ajak menikah oleh orang pakistan tp malah takut krn watak laki2 pakistan pasti keras
Mbak silvi, boleh minta email yahoonya, saya jg lg dekat dengan laki2 pakistan, tp berasal dari karachi,
Saya ingin minta pendapat dan tanya2 soal pakistan, dan biaya administrasinya, jg kultur dll.
Makasih mbak,
@dimas: sya jg minta I’d yahoonya ya
mas tolong dong di info ke saya tentang lahore pakistan karena saya mau ke pakistan dalam waktu dekat ??